Bacajuga: Sekolah Hadis El-Bukhari Institute Membuka Pendaftaran Member Baru. Abu Sa'id Al-Khudri r.a. meninggal pada tahun 70 an hijriyah. Artinya beliau termasuk sahabat muda dan banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw. Umumnya memang sahabat yang meriwayatkan hadis itu yang umurnya panjang, wafatnya di atas tahun 50 hijriyah.
Found 30 verse about hadis+riwayat+muslim+dari+abu+said+al-Khudri May the hands of Abu Lahab be ruined, and ruined is he. [Al-Khidh r] said, "Did I not say that with me you would never be able to have patience?" [Al-Khidh r] said, "Did I not tell you that with me you would never be able to have patience?" Said [the king to the women], "What was your condition when you sought to seduce Joseph?"...They said, "Perfect is Allah! We know about him no evil."...The wife of al-'Azeez said, "Now the truth has become evident. [Al-Khidh r] said, "This is parting between me and you. And women in the city said, "The wife of al-'Azeez is seeking to seduce her slave boy; he has impassioned So they set out, until when they had embarked on the ship, al-Khidh r tore it open....[Moses] said, "Have you torn it open to drown its people? You have certainly done a grave thing." So they set out, until when they met a boy, al-Khidh r killed him....[Moses] said, "Have you killed a pure soul for other than [having killed] a soul? Abraham was neither a Jew nor a Christian, but he was one inclining toward truth, a Muslim [submitting And whoever has become Muslim - those have sought out the right course. It was said, "Enter Paradise." He said, "I wish my people could know They said, "Thus has said your Lord; indeed, He is the Wise, the Knowing." When they entered upon him and said, "Peace." [Abraham] said, "Indeed, we are fearful of you." Indeed, the Muslim men and Muslim women, the believing men and believing women, the obedient men and And they found therein a wall about to collapse, so al-Khidh r restored it....[Moses] said, "If you wished, you could have taken for it a payment." And [recall] when Moses said to his people, "Indeed, Allah commands you to slaughter a cow."...They said, "Do you take us in ridicule?"...He said, "I seek refuge in Allah from being among the ignorant." When his Lord said to him, "Submit", he said "I have submitted [in Islam] to the Lord of the worlds." The Prophet said, "My Lord knows whatever is said throughout the heaven and earth, and He is the Hearing So when she arrived, it was said [to her], "Is your throne like this?"...She said, "[It is] as though it was it."...[Solomon said], "And we were given knowledge before her, and we have been Muslims [in submission to Allah Our Lord, and make us Muslims [in submission] to You and from our descendants a Muslim nation [in submission [Allah] said, "Indeed, I will make you a leader for the people."...[Abraham] said, "And of my descendants?"...[Allah] said, "My covenant does not include the wrongdoers." [Zechariah] said, "My Lord, make for me a sign."...He said, "Your sign is that you will not speak to the people for three nights, [being] sound." And certainly did Our messengers come to Abraham with good tidings; they said, "Peace."...He said, "Peace," and did not delay in bringing [them] a roasted calf. They said, "We consider you a bad omen, you and those with you." He said, "Your omen is with Allah. [Allah] said, "What prevented you from prostrating when I commanded you?"...[Satan] said, "I am better than him. You created me from fire and created him from clay." And [mention] when We said to the angles, "Prostrate to Adam," and they prostrated, except for Iblees...He said, "Should I prostrate to one You created from clay?" [Allah] said, "Throw it down, O Moses." He said, "Indeed, you are people unknown." They said, "Call upon your Lord to show us what is her color."...He said, "He says, 'It is a yellow cow, bright in color - pleasing to the observers.' " He said, "This is my lord." But when it set, he said, "I like not those that disappear."

AbuSaid al-Khudri, seorang sahabat Nabi Muhammad saw dan dikenal zuhud, khusyu' serta dikenal sebagai "pemberi peringatan" dan mengajarkan ayat-ayat al-Qur'an. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Nabi Muhammad saw. Abu Said al-Khudri dikenal sebagai Ulama'-nya para sahabat. Abu Said al-Khudri, merasa dirinya sebagai "orang biasa

HAK-HAK JALANOleh Ustadz Arif Syarifuddin LcAbu Saโ€™id Al Khudri Radhiyallahu anhu berkata, bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู„ููˆุณูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚ูŽุงุชูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู…ูŽุง ู„ูŽู†ูŽุง ุจูุฏู‘ูŒ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‡ููŠูŽ ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูู†ูŽุง ู†ูŽุชูŽุญูŽุฏู‘ูŽุซู ูููŠู‡ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุจูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูŽ ููŽุฃูŽุนู’ุทููˆุง ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู…ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุบูŽุถู‘ู ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ูˆูŽูƒูŽูู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽุฐูŽู‰ ูˆูŽุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽู†ูŽู‡ู’ูŠูŒ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู.โ€œJanganlah kalian duduk-duduk di tepi jalanan,โ€ mereka para sahabat berkata,โ€Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.โ€ Beliau berkata,โ€Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut,โ€ mereka bertanya,โ€Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab,โ€Menundukkan membatasi pandangan, tidak mengganggu menyakiti orang, menjawab salam, memerintahkan kepada yang maโ€™ruf dan mencegah dari yang mungkarโ€. Takhrij Hadits Muttafaun alaihi. Hadits ini diriwayatkan oleh al Bukhari dalam Shahih-nya di kitab Fathul Bari di kitab al Mazhalim wal Ghashab, hadits no. 2465 dan di kitab al Istiโ€™dzan, hadits no. 6229; Muslim dalam Shahih-nya dengan syarah an Nawawi di kitab al Libaas waz Ziinah, hadits no. 2121 dan di kitab as Salam, hadits no. Perawi Hadits Abu Saโ€™id Al Khudri Radhiyallahu anhu. Beliau bernama Saโ€™ad bin Malik bin Sinan bin Ubaid dari Bani Khudrah -al Abjar- bin Auf al Khazraji al Anshari, lebih dikenal dengan sebutan Abu Saโ€™id al Khudri. Dilahirkan di kota Madinah. Beliau dan ayahnya termasuk sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang saat terjadi peperangan Uhud, beliau masih kecil, sehingga tidak dapat ikut serta dalam peperangan, namun ayahnya, Malik bin Sinan mengikutinya dan mati syahid dalam peperangan perang Uhud, beliau ikut berperang bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam 12 peperangan dimulai dari perang Khandak. Beliau salah satu ulama dan fuqaha para sahabat, banyak mendengar dan meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan dari beberapa sahabat wafat di Madinah pada tahun 74 H, atau ada pula yang menyebutkan beliau wafat 10 tahun sebelumnya, yaitu antara tahun 63-65H. Wallahu aโ€™lam.[1]Makna Hadits Secara Ringkas Suatu saat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berjalan melewati beberapa orang sahabat yang sedang duduk-duduk di pekarangan rumah salah seorang dari mereka. Di antara mereka adalah Abu Thalhah Radhiyallahu anhu, lalu beliau Shallallahu alaihi wa sallam menegur mereka agar tidak melakukan hal itu. Namun para sahabat menyampaikan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , bahwa mereka perlu duduk-duduk untuk memperbincangkan suatu urusan. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berpesan kepada mereka, bahwa jika memang hal itu diperlukan dan tidak bisa ditinggalkan, maka mereka wajib memenuhi hak-hak orang lain yang melewati mereka, di antaranya yang disebutkan dalam hadits ini ada empat macam hak, yaituMenundukkan membatasi pandangan dari melihat para wanita yang bukan mahramnya yang melewatinya atau hal-hal yang diharamkanTidak mengganggu menyakiti orang dengan ucapan maupun salamMemerintahkan manusia kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan Hadits Al Imam an Nawawi berkata,โ€Hadits ini banyak mengandung pelajaran yang penting dan termasuk di antara sederetan hadits-hadits jamiโ€™ yang ringkas tetapi penuh makna, lagi jelas hukum-hukumnya.โ€[2]Penjelasan dan Faidah-Faidah HaditsKata-kata ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู„ููˆู’ุณูŽโ€ฆ metode seperti ini, biasanya digunakan untuk memberi peringatan sebagai perintah agar menjauhi sesuatu yang buruk dan maknanya sama dengan melarangnya. Jadi maknanya adalah โ€œjauhilah oleh kalian hal tersebutโ€ atau โ€œjanganlah kalian melakukan hal ituโ€. Seperti dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจูŽ[3] yang artinya, โ€œjauhilah perkataan dustaโ€ atau โ€œjanganlah kalian berdustaโ€.Tapi apakah suatu perintah itu harus berarti wajib, atau apakah suatu larangan harus berarti haram? Kita akan simak jawabannya pada penjelasan berikutnya dalam tulisan ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚ูŽุงุช adalah bentuk jamak dari ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚, sedangkan ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚ adalah bentuk jamak dari ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ yang artinya adalah Imam al Bukhari menyebutkannya dalam judul bab untuk hadits ini di kitab al Mazhalim dengan ungkapan ุงู„ุตู‘ูุนูุฏูŽุงุช guna menunjukkan kesamaan makna antara keduanya. Hal itu dikuatkan oleh hadits Abu Thalhah Radhiyallahu anhu dalam Shahih Muslim, hadits no. 2161 ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengungkapkan dengan kata ุงู„ุตู‘ูุนูุฏูŽุงุช dan Imam Muslim menyebutkannya dalam judul bab untuk hadits ini di kitab as Salam dengan kata ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ู.Kemudian Imam al Bukhari -dalam judul bab yang sama di kitab al Mazhalimโ€“ menyebutkan kata ุฃูŽูู’ู†ููŠูŽุฉ ุงู„ุฏู‘ููˆุฑู, yang artinya adalah pekarangan halaman rumah, guna menunjukkan kesamaan hukumnya dengan jalanan selama pekarangan atau halaman rumah tersebut terbuka dan biasa dilewati oleh orang banyak.Dan itu didukung dengan hadits Abu Thalhah Radhiyallahu anhu dalam riwayat Muslim, ketika Abu Thalhah Radhiyallahu anhu berkataูƒูู†ู‘ูŽุง ู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ุจูุงู„ุฃูŽูู’ู†ููŠูŽุฉูุŒ ููŽุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู e ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณู ุงู„ุตู‘ูุนูุฏูŽุงุชูโ€œKetika kami sedang duduk-duduk di halaman pekarangan rumah, lalu datanglah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kemudian berkata,โ€™Kenapa kalian duduk-duduk di tepi jalanan?โ€™.โ€Saโ€™id bin Manshur menambahkan โ€“dengan menukil- dari Mursal Yahya bin Yaโ€™mur ungkapan berikutููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุจููŠู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุณูุจูู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฃูŽูˆู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูSesungguhnya tepi jalanan itu adalah salah satu dari jalan-jalan setan atau neraka. Lihat Fathul Bari, 11/12-13.Itulah alasan kenapa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melarang mereka duduk-duduk di tepi jalanan atau pula warung-warung dan balkon-balkon yang tinggi yang berada di atas orang-orang yang lewat. Fathul Bari, 5/135.Perkataan para sahabat โ€œsesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincangโ€.Dalam riwayat Muslim hadits no. 2161 dari hadits Abu Thalhah Radhiyallahu anhu terdapat tambahan kata-kata โ€œdan untuk saling mengingatkan menasihatiโ€. Dan dari riwayat ini pula diketahui, bahwa yang mengucapkan perkataan tersebut adalah Abu Thalhah Radhiyallahu anhu. Lihat Fathul Bari, 5/135.Al Qadhi Iyadh berkata,โ€Dalam perkataan sahabat tersebut terdapat dalil yang menunjukkan, bahwa perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam kepada mereka itu tidak untuk kewajiban, melainkan bersifat anjuran dan keutamaan. Karena, kalau mereka memahaminya sebagai kewajiban, tentu mereka tidak akan merajuk kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam seperti itu. Dan hal ini dijadikan dalil oleh mereka yang berpendapat bahwa perintah-perintah itu tidak mengandung kewajiban.โ€Ibnu Hajar rahimahullah berkomentar โ€œNamun, ada kemungkinan bahwa mereka mengharapkan adanya nasakh penghapusan hukum kewajiban tersebut untuk meringankan apa yang mereka adukan perihal keperluan mereka melakukan hal itu, dan hal ini didukung oleh apa yang tersebut dalam Mursal Yahya bin Yaโ€™mur, di sana terdapat kata-kata maka mereka mengira bahwa hal itu merupakan keharusan kewajibanโ€™.โ€ Fathul Bari, 11/13.Perkataan โ€œjika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk , maka berilah hak jalan tersebutโ€.Ibnu Hajar berkata,โ€Dari alur pembicaraan ini jelaslah, bahwa larangan duduk-duduk di tepi jalanan atau semisalnya, pen. dalam hadits ini adalah untuk tanzih yang bermakna makruh bukan haram, agar tidak mengendurkan orang yang duduk-duduk untuk memenuhi hak jalan yang wajib ia penuhiโ€. Fathul Bari, 5/135.Imam an Nawawi rahimahullah berkata, โ€œโ€ฆ dan maksudnya adalah bahwa duduk-duduk di tepi jalanan itu dimakruhkanโ€. Syarh Shahih Muslim, 14/120.Perkataan โ€œhak jalan adalah ghadhdhul bashar menundukkan pandangan, kafful adza tidak mengganggu atau menyakiti orang, menjawab salam, memerintahkan kepada kebaikan dan melarang kemungkaranโ€.Ibnu Hajar rahimahullah berkata,โ€Maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan ghadhdhul bashar menundukkan pandangan untuk mengisyaratkan keselamatan dari fitnah karena lewatnya para wanita yang bukan mahram maupun yang lainnya. Menyebutkan kafful adza tidak mengganggu atau menyakiti orang untuk mengisyaratkan keselamatan dari perbuatan menghina, menggunjing orang lain ataupun yang serupa. Menyebutkan perihal menjawab salamโ€™ untuk mengisyaratkan keharusan memuliakan atau mengormati orang yang melewatinya. Menyebutkan perihal memerintahkan kepada kebaikan dan melarang kemungkaranโ€™ untuk mengisyaratkan keharusan mengamalkan apa yang disyariโ€™atkan dan meninggalkan apa yang tidak disyariโ€™atkan.โ€Beliau melanjutkan,โ€Dalam hal ini terdapat dalil bagi yang berpendapat bahwa saddudz dzara-i menutup jalan menuju keburukan merupakan bentuk keutamaan saja bukan suatu kewajiban, karena dalam hadits ini, pertama kali yang Nabi Shallallahu alaihi wa sallam larang adalah duduk-duduk di tempat tersebut guna memberhentikan mereka dari hal itu. Lalu ketika para sahabat mengatakan โ€œkami perlu duduk-dudukโ€, barulah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tujuan pokok dari larangan beliau Shallallahu alaihi wa sallam. Sehingga diketahuilah, bahwa larangan yang pertama kali itu adalah untuk mengarahkan kepada yang lebih baik. Dari sini pula diambil kaidah, bahwa mencegah keburukan lebih diutamakan daripada mendatangkan kebaikanโ€™.โ€ Fathul Bari, 5/135.Imam an Nawawi rahimahullah berkata,โ€Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah mengisyaratkan tentang alasan larangan beliau, bahwa hal itu dapat menjerumuskan kepada fitnah dan dosa ketika ada para wanita yang bukan mahramnya atau selainnya yang melintasi mereka, dan bisa berlanjut hingga memandang ke arah wanita-wanita tersebut secara bebas, atau membayangkannya, berprasangka buruk terhadap wanita-wanita tersebut, atau terhadap setiap orang yang lewat. Dan di antara bentuk mengganggu atau menyakiti manusia adalah menghina mengejek orang yang lewat, berbuat ghibah menggunjingya atau yang lainnya, atau terkadang tidak menjawab salam mereka, tidak melakukan amar maโ€™ruf nahi mungkar, serta alasan-alasan lainnya yang bila dia berada di rumah dapat selamat dari hal-hal seperti itu. Termasuk menyakiti orang lain pula bila mempersempit jalan orang-orang yang ingin lewat, atau menghalangi para wanita, atau yang lainnya yang ingin keluar menyelesaikan kebutuhan mereka dikarenakan ada orang-orang yang duduk di tepi jalananโ€ฆโ€ Syarah Shahih Muslim, 14/120.Tentang โ€œmenundukkan menahan pandanganโ€, Allah Subhanahu wa Taโ€™ala telah berfirman ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถูู‘ูˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ. ูˆู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูŠูŽุบูุถูุถู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธู’ู†ูŽ ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู†ู‘ูŽ โ€ฆ..Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatโ€. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya โ€ฆโ€ [an Nur/24 30-31].Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Saโ€™di rahimahullah mengatakan tentang ayat tersebut,โ€Yakni, bimbinglah kaum Mukminin, dan katakan kepada mereka yang memiliki iman, bahwa di antara yang dapat mencegah mereka terjatuh ke dalam perkara yang merusak iman adalah dengan menundukkan menahan pandangan mereka dari melihat aurat, para wanita yang bukan mahram dan lelaki amrad yang berparas elok, yang dikhawatirkan bisa berpotensi menimbulkan fitnah syahwat bila memandangnya. Demikian pula perhiasan dunia yang dapat memfitnah dan menjerumuskan ke dalam laranganโ€ฆโ€Beliau juga mengatakan,โ€Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannyaโ€ฆ,โ€™ yakni dari melihat aurat, para lelaki bukan mahram dengan syahwat dan pandangan lain yang dilarang โ€ฆโ€[4]Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata kepada Ali Radhiyallahu anhu ูŠูŽุง ุนูŽู„ููŠู‘ู ู„ูŽุง ุชูุชู’ุจูุนู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูWahai Ali, jangan kamu iringi pandangan dengan pandangan lain, dibolehkan bagimu yang pertama saja sementara yang kedua tidak boleh.[5]Maksud pandangan yang pertama adalah yang tak disengaja, statusnya dimaafkan dan tak berdosa. Adapun pandangan kedua adalah yang disengaja yang kafful adzaโ€™ tidak mengganggu dan menyakiti orang -dengan ucapan maupun perbuatan-, maka merupakan salah satu ciri penting seorang muslim sejati, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽ ูŠูŽุฏูู‡ูMuslim yang sempurna adalah yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lidahnya dan tangannya. [HR Muslim dari Jabir Radhiyallahu anhu]Dan kafful adzaโ€™ termasuk salah satu bentuk akhlak bin al Mubarak, ketika mensifati tentang akhlak yang mulia, ia berkata ู‡ููˆูŽ ุจูŽุณู’ุทู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฐู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูƒูŽูู‘ู ุงู„ุฃูŽุฐูŽู‰.Yaitu bermuka manis, memberi kebaikan dan tidak mengganggu menyakiti terhadap orang lain. [Diriwayatkan oleh at Tirmidzi, hadits no. 2005].Berkaitan dengan โ€œmenjawab salamโ€, itu merupakan kewajiban, dan hendaknya menjawab dengan jawaban yang serupa, atau yang lebih baik sebagaimana dalam firman Allah Subhnaahu wa Taโ€™ala,ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุญููŠู‘ููŠู’ุชูู…ู’ ุจูุชูŽุญููŠู‘ูŽุฉู ููŽุญูŽูŠู‘ููˆุง ุจูุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฑูุฏู‘ููˆู‡ูŽุงDan jika kamu diberi suatu penghormatan salam, maka balaslah penghormatan salam itu dengan yang lebih baik, atau balaslah ia dengan yang serupaโ€ฆ[6] [an Nisaa/4 86].Jadi, menjawab salam adalah kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim yang memberi salam kepadanya. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ููู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽ ุนููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถู ูˆูŽ ุงุชู‘ูุจูŽุงุนู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฆูุฒู ูˆูŽ ุฅูุฌูŽุงุจูŽุฉู ุงู„ุฏู‘ูŽุนู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽ ุชูŽุดู’ู…ููŠู’ุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุทูุณูHak seorang muslim atas muslim yang lain ada lima. Yaitu menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan dan mendoโ€™akan yang bersin. [Muttafaqun alaihi, dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu]Tentang โ€œmemerintahkan kepada yang maโ€™ruf dan mencegah dari yang mungkarโ€, maka Allah Subhanahu wa Taโ€™ala telah memerintahkannya dalam firmanNya ูˆูŽู„ู’ุชูŽูƒูู† ู…ู‘ูู†ู’ูƒูู… ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŒ ูŠู‘ูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ูƒูŽุฑูุŒ ูˆูŽุฃููˆู„ูŽู€ุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽDan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan yang maโ€™ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. [Ali Imran/3 104].Dan di antara wasiat Luqman kepada anaknya ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู‚ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃู’ู…ูุฑู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงู†ู’ู‡ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงุตู’ุจูุฑู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽHai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamuโ€ฆ [Luqman/31 17].Merealisasikan amar maโ€™ruf nahi mungkar merupakan salah satu sebab utama diperolehnya kebaikan dan kejayaan oleh pendahulu umat ini para sahabat Radhiyallahu anhum, sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ุฃูุฎู’ุฑูุฌูŽุชู’ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุชูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ูKamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maโ€™ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah โ€ฆ [Ali Imran/3 110].Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu , bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ูˆูŽุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ูˆูŽู†ูŽู‡ู’ูŠูŒ ุนูŽู†ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ dan menyuruh manusia kepada yang baik adalah shadaqah, dan mencegah mereka dari perbuatan mungkar adalah shadaqah โ€ฆ [HR Muslim, hadits no. 1674].Demikianlah hak-hak dan adab-adab ketika seseorang duduk-duduk di tepi jalanan, atau yang semisalnya. Al Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan adab-adab atau hak-hak jalan yang lain sebagai berikut Berkata yang baik. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Thalhah Radhiyallahu anhu.[7]Memberi petunjuk jalan kepada musafir dan menjawab orang yang bersin jika dia bertahmid[8]sebagaimana terkandung dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu orang yang kesusahan dan menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat, sebagaimana tertuang dalam hadits Umar Radhiyallahu anhu dalam riwayat Abu Dawud,[9] demikian juga dalam Mursal Yahya bin Yaโ€™mur dan dalam riwayat al orang yang terzhalimi dan menebarkan salam, seperti dijelaskan dalam hadits al Barraโ€™ Radhiyallahu anhu dalam riwayat Ahmad dan At orang yang membawa beban berat, sebagaimana tertuang dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu dalam riwayat al berdzikir kepada Allah, sebagaimana teriwayatkan dalam hadits Sahl bin Hanif Radhiyallahu anhu dalam riwayat ath orang yang bingung, seperti yang terpaparkan dalam hadits Wahsyi bin Harb Radhiyallahu anhu dalam riwayat Ath Ibnu Hajar mengatakan โ€œSemua yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut ada empat belas adabโ€. Fathul Bari, 11/13.Hal-hal yang tersebut di atas mengandung faidah tentang kesempurnaan Islam yang mengajarkan kepada umatnya tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk yang berkaitan dengan hak-hak jalan dan adab-adab ketika duduk-duduk di tempat-tempat yang biasa dilewati oleh khalayak manusia. Sekaligus menunjukan, kebaikan dan keindahan ajaran Islam, yakni apabila hal-hal di atas diamalkan oleh manusia, niscaya akan mendatangkan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka di aโ€™ Bari bi Syarhi Shahih al Bukhari, oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Shahih Muslim, oleh Al Imam an Abu at al Imam al Jamiโ€™ ash Shaghir, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al Ishabah fi Tamyiz ash Shahabah, oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Bidayah wan Nihayah, oleh al Imam Ibnu at Tahdzib, oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalani.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun X/1427H/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ€“ Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] _______ Footnote [1] Lihat al Ishabah 3/66, al Bidayah wan Nihayah 9/4 dan at Taqrib, hlm. 232 urutan no. 2253. [2] Syarh Shahih Muslim, 14/86 [3] Hadits shahih, riwayat Ahmad 1/384 dan 432 dan Abu Dawud no. 4337 dari Abdullah bin Masโ€™ud. [4] Taisir al Karim ar Rahman fi Tafsir al Kalam al Mannan, tafsir QS an Nur/24 ayat 30-31 [5] HR Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi, dan al Hakim dari Buraidah Radhiyallahu anhu. Dihasankan derajatnya oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Jamiโ€™ ash Shaghir, no. 7953 [6] Yakni, misalnya bila ada seseorang memberi salam dengan mengucapkan โ€œassalamuโ€™alaikumโ€, maka minimal, kita jawab dengan bentuk serupa, yaitu โ€œwaโ€™alaikumussalamโ€, atau dengan yang lebih baik, yaitu โ€œwaโ€™alaikumussalam warahmatullahโ€, dan seterusnya. [7] Shahih Muslim, no. 2161. [8] Yakni, bila seorang yang bersin mengucapkan โ€œalhamdulillahโ€, maka yang mendengar wajib mendoโ€™akannya dengan mengucapkan โ€œyarhamukallahโ€ โ€“semoga Allah merahmatimu. [9] Hadits no. 4181.

AbuSaid al Khudri, dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Seorang yang berjihad di jalan allah sudah dijamin oleh allah, baik allahdari [Abu Said al Khudri], dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Seorang yang berjihad di jalan allah sudah dijamin oleh allah, baik allah Sub
Inilah hadits yang menyatakan bahwa orang yang terbiasa ke masjid, itulah ahli iman. Hadits no. 1060 dari Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi Dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽุงุฏู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ููŽุงุดู’ู‡ูŽุฏููˆุง ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูุฑู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽ โ€œApabila kalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia beriman. Allah Taโ€™ala berfirman, Orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.โ€ QS. At-Taubah 18. HR. Ibnu Majah, no. 802; Tirmidzi, no. 3093. Al-Hafih Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaโ€™if. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali menyatakan sanad hadits ini dhaโ€™if Kesimpulan Mutiara Hadits Makna hadits di atas sudah ditunjukkan dalam ayat yang disebut surat At-Taubah ayat 18, sehingga maknanya tetap benar shahih. Siapa saja yang memakmurkan masjid dengan dzikir, shalat dan membaca Al-Qurโ€™an, merekalah orang yang beriman ahli iman. Hadits ini menunjukkan perintah shalat berjamaโ€™ah. Melaksanakan shalat berjamaah itu termasuk sunanul huda petunjuk Rasul yang diperintahkan untuk dilaksanakan di masjid. Memakmurkan masjid termasuk amalan paling mulia dalam Islam. Memakmurkan masjid ada dua bentuk yaitu memperhatikan luarnya seperti memakmurkan dan menjaga kebersihan masjid dan memperhatikan ruh di dalamnya seperti menjaga agar masjid digunakan untuk shalat, dzikir, amalan sunnah hingga diadakannya majelis ilmu. Ingatlah, iman itu sumber kebahagiaan. Referensi Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali, 1 240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13 322-328. โ€” Selesai disusun Senin siang, 14 Jumadats Tsaniyyah 1438 H, Perpustakaan Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka mudah, downloadlah aplikasi lewat Play Store di sini. Follow Us Facebook Muhammad Abduh Tuasikal Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat Twitter RumayshoCom Instagram RumayshoCom Channel Telegram RumayshoCom Channel Telegram TanyaRumayshoCom Ayaknyaadalah seorang perawi yang rajin meriwayatkan hadis. Begitupula saudara laki-lakinya, Abu Sa'id Al-Khudri yang menempati urutan ketujuh sebagai perawi dengan riwayat hadis terbanyak. Begitupula Furai'ah, namanya tercatat sebagai salah satu periwayat hadis dari kalangan perempuan. Furai'ah sering hadir di majelis-majelis Rasulullah. Abu Said al-Khudri radhiallahu anhu adalah salah seorang ulamanya para sahabat. Ia termasuk seorang Anshar yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Bahkan termasuk yang terbanyak riwayatnya di antara sahabat lainnya. Nasabnya Nama dan nasab Abu Said al-Khudri adalah Saad bin Malik bin Sinan bin Ubaid bin Tsaโ€™labah al-Abjar -Abjar adalah Khudrah- bin Auf bin al-Harits bin al-Khazraj al-Anshari al-Kahzraji. Yang masyhur dengan kun-yah Abu Said al-Khudri. Masa Rasulullah Abu Said bercerita, โ€œRasulullah datang kepada kami. Kami adalah orang-orang biasa bukan tokoh dari kalangan kaum muslimin. Aku kira Rasulullah tidak mengenal salah seorang dari kami. Sebagian dari kami hampir-hampir tak berpakaian. Rasulullah mengisyaratkan bentuk lingkarangan dengan tangannya. Beliau bersabda, โ€œDengan apa kalian saling mengingatkan?โ€ Mereka menjawab, โ€œIni ada seseorang yang membacakan Alquran kepada kami dan mendakwahi kami.โ€ Beliau berkata, โ€œSerulah! Mengapa kalian bersamanya.โ€ Kemudian beliau berkata, โ€œSegala puji bagi Allah yang menjadikan untuk umatku seseorang yang aku perintahkan untuk bersama mereka.โ€ Beliau melanjutkan, โ€œBerilah kabar gembira pada orang-orang beriman yang miskin bahwa mereka akan lebih dahulu masuk surge dibanding orang-orang kaya pada hari kiamat kelak dengan lama 500 tahun lebih awal. Mereka berada di dalam surga dan menikmati kenikmatannya. Sementara orang-orang kaya masih dihisab.โ€ HR. Abu Dawud. Masa Para Sahabat Saat orang-orang membaiat Yazid bin Muawiyah, cucu Nabi, Husein bin Ali radhiallahu anhuma tidak membaiatnya. Mendengar kabar tersebut, orang-orang Kufah mengirimi Husein surat. Mengajaknya untuk datang ke Kufah. Awalnya Husein menolak. Kemudian mereka mengajak Muhammad bin al-Hanafiyah saudara seayah dengan Husein bin Ali. Beliau pun menolak. Mereka kembali membujuk Husein, Husein berkata, โ€œSesungguhnya mereka ini hendak memangsa kita dan bersemangat mengucurkan darah kita.โ€ Bujukan dan godaan orang-orang kufah ini membuat Husein risau. Terkadang beliau merasa condong kepada mereka. Terkadang ia tidak ingin keluar. Kemudian datanglah Abu Said al-Khudri, ia berekata, โ€œHai Abu Abdullah kun-yah Husein, sungguh aku termasuk pemberi nasihat untuk Anda. Aku adalah orang yang menyayangimu. Sampai kabar padaku bahwa para pendukungmu di Kufah mengirimimu surat. Mereka mengajakmu menuju mereka. Jangan kau keluar! Sungguh aku mendengar ayahmu saat di Kufah, ia berkata, โ€œDemi Allah, aku telah membuat mereka bosan dan marah. Mereka pun membuatku bosan dan marah. Tidak kudapati sifat memenuhi janji pada mereka. Siapa yang selamat dari mereka, dia telah selamat dari panah yang jelek. Demi Allah, tidak ada keteguhan dan ketetapan hati dalam suatu urusan. Tidak ada kesabaran pada mereka saat menghadapi pedang.โ€ Masa Tabiโ€™in Pada saat terjadi kekacauan di Kota Madinah, Abu Said al-Khudri keluar dan bersembunyi di sebuah goa. Ia disusul oleh seorang pasukan Syam. Kata Abu Said, โ€œSaat ia melihatku, ia hunus pedangnya menginginkanku. Saat ia dekat denganku, ia arahkan pedangnya padaku. Kutahan pedangku. Dan kubaca firman Allah, ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุฑููŠุฏู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจููˆุกูŽ ุจูุฅูุซู’ู…ููŠ ูˆูŽุฅูุซู’ู…ููƒูŽ ููŽุชูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฌูŽุฒูŽุงุกู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ โ€œSesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa membunuhku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalimโ€. [Quran Al-Maidah 29] Mendengar hal itu, ia bertanya, โ€œSiapa Anda?โ€ โ€œAku Abu Said al-Khudriโ€, jawabku. โ€œSahabatnya Rasulullah?โ€ tanyanya. โ€œIyaโ€, jawabku. Ia pun berlalu dan meninggalkanku. Riwayat Abu Said โ€“ Dari Ismail bin Raja bin Rabiโ€™ah dari ayahnya. Ia berkata, โ€œKami bersama Abu Said al-Khudri saat ia sedang sakit yang mengantarkannya pada wafat. Ia mengalami pingsan. Kemudian saat tersadar, kami berkata padanya, Shalat, Abu Saidโ€™. Ia berkata, Kafanโ€™. Abu Bakr perwari berkata, Ia menginginkan kafan. Kemudian ia menyebutkan beberapa hadits yang ia riwayatkan dari Nabiโ€™.โ€ โ€“ Terdapat suatu riwayat ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุงู„ููƒู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุตูŽุนู’ุตูŽุนูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠููˆุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุบูŽู†ูŽู…ูŒ ูŠูŽุชู’ุจูŽุนู ุจูู‡ูŽุง ุดูŽุนูŽููŽ ุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ูˆูŽู…ูŽูˆูŽุงู‚ูุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุทู’ุฑู ูŠูŽููุฑูู‘ ุจูุฏููŠู†ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ููุชูŽู†ู โ€œTelah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Shaโ€™Shaโ€™ah dari bapaknya dari Abu Saโ€™id Al Khudri bahwa dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œHampir saja terjadi suatu zaman harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnahโ€.โ€ HR. Al-Bukhari. โ€“ Abu Said al-Khudri meriwayatkan sebuah hadits ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌููˆู’ุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ู ุญูŽุจูŽู‘ุฉู ู…ูู†ู’ ุฎูŽุฑู’ุฏูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ููŽูŠูุฎู’ุฑูŽุฌููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏ ูุงุณู’ูˆูŽุฏูู‘ูˆุง ููŽูŠูู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ูููŠ ู†ูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุกู -ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูุŒ ุดูŽูƒูŽู‘ ู…ูŽุงู„ููƒูŒ- ููŽูŠูŽู†ู’ุจูุชููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽู†ู’ุจูุชู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู‘ุฉู ูููŠ ุฌูŽุงู†ูุจู ุงู„ุณูŽู‘ูŠู’ู„ูุŒ ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุชูŽุฎู’ุฑูุฌู ุตูŽูู’ุฑูŽุงุกูŽ ู…ูู„ู’ุชูŽูˆููŠูŽุฉู‹ุŸ โ€œSetelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah pun berfirman Keluarkan dari Neraka orang-orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi iman!โ€™ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka. Hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam bagaikan arang. Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh berubah, sebagaimana tumbuhnya benih yang berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan, bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?โ€ HR. Al-Bukhari dari Abu Saโ€™id al-Khudriy Radhiyallahu anhu. โ€“ Abu Said juga meriwayatkan sebuah hadits ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุจู’ู†ู ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุตูŽุงู„ูุญู ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุดูู‡ูŽุงุจู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฃูู…ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุญูู†ูŽูŠู’ูู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุฃูŽุจูŽุง ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูŽู‘ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ู†ูŽุงุฆูู…ูŒ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ูŠูุนู’ุฑูŽุถููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู‚ูู…ูุตูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽุจู’ู„ูุบู ุงู„ุซูู‘ุฏููŠูŽู‘ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุนูุฑูุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุนูู…ูŽุฑู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽู…ููŠุตูŒ ูŠูŽุฌูุฑูู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ููŽู…ูŽุง ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูŽ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidillah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Saโ€™d dari Shalih dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwasanya dia mendengar Abu Said Al Khudri berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œKetika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai ke buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya โ€œApa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah?โ€ Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab โ€œAd-Din agama.โ€ HR. Al-Bukhari. โ€“ Riwayat berikutnya ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุบูŽู„ูŽุจูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู, ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ. ููŽูˆูŽุนูŽุฏูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู„ูŽู‚ููŠูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูููŠู’ู‡ู ููŽูˆูŽุนูŽุธูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูู†ูŽู‘, ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ูƒูู†ูŽู‘ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ุชูู‚ูŽุฏูู‘ู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ูŽุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุญูุฌูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ูˆูŽุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู. Dari Abu Saโ€™id al-Khudri menceritakan bahwa sejumlah para wanita berkata kepada Nabi โ€œKaum lelaki lebih banyak bergaul denganmu daripada kami, maka jadikanlah suatu hari untuk kamiโ€. Nabi menjanjikan mereka suatu hari untuk bertemu dengan mereka guna menasehati dan memerintah mereka. Diantara sabda beliau saat itu โ€œTidak ada seorang wanitapun yang ditinggal mati oleh tiga anaknya kecuali akan menjadi penghalang baginya dari nerakaโ€. Seorang wanita bertanya โ€œBagaimana kalau Cuma dua?โ€. Nabi menjawab โ€œSekalipun Cuma duaโ€ HR. Al-Bukhari. Al-Khatib al-Baghdadi berkata tentang Abu Said al-Khudri, โ€œDia termasuk sahabat yang paling utama dan penghafal hadits yang banyak.โ€ Wafat Ada beberapa pendapat tentang tahun wafat Abu Said al-Khudri. Ada yang mengatakan beliau wafat tahun 74 H. Ada pula yang mengatakan 64 H. Al-Madaini mengatakan, โ€œIa wafat tahun 63 Hโ€. Sedangkan al-Askari mengatakan, โ€œIa wafat tahun 65 H.โ€ Semoga Allah meridhainya. Diterjemahkan dari Oleh Nurfitri Hadi nfhadi07 Artikel KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28 NamaAsy Syifa bermakna penawar. Nama ini diambil dari sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam sunan Ad Darimi dari sahabat Abu Sa'id Al Khudri secara marfu', dikatakan: ูุงุชุญุฉ ุงู„ูƒุชุงุจ ุดูุงุก ู…ู† ูƒู„ ุณู… "Al Fatihah sebagai syifa (penawar) dari segala racun" (HR. At Tirmidzi no.2878 dan Al Hakim dalam Al Mustadrok 2/259).
3 Membaca Surat Al-Ikhlas Sebanding dengan Sepertiga Al-Qur'an. Sudahkah kalian tahu bahwasanya membaca surat Al-Ikhlas sama saja dengan membaca sepertiga dari Al-Qur'an. Sebagaimana dalam sebuah hadits dikatakan: Abu Sa'id al Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Sad bin Malik bin Sanan (Bahasa Arab: ุณุนุฏ ุจู† ู…ุงู„ูƒ ุจู† ุณู†ุงู†) (lahir: 10 tahun sebelum Hijrah- 74 H/612-693 M)yang terkenal dengan nama Abu Said al-Khudri ( ุฃุจูˆ ุณุนูŠุฏ ุงู„ุฎุฏุฑูŠ) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad saw, dan juga termasuk sahabat Imam Ali as serta pembesar suku Anshar. Ia termasuk perawi hadis Ghadir.
Salahsatu hadist yang di riwayatkan oleh Abu Sa'id adalah tentang Allah Swt mengeluarkan penghuni neraka dalam keadaan sudah seperti arang. "Setelah penghuni Syurga masuk ke Syurga, dan penghuni neraka masuk ke Neraka. Maka setelah itu Allah berfirman: keluarkan (dari Neraka) maka merekapun di keluarkan dari Neraka. qITS.
  • 7mv5lxht20.pages.dev/341
  • 7mv5lxht20.pages.dev/425
  • 7mv5lxht20.pages.dev/60
  • 7mv5lxht20.pages.dev/366
  • 7mv5lxht20.pages.dev/279
  • 7mv5lxht20.pages.dev/171
  • 7mv5lxht20.pages.dev/163
  • 7mv5lxht20.pages.dev/119
  • hadits abu sa id al khudri