10Cerita Fabel dan Pesan Moral yang Perlu Diajarkan ke Anak. Inilah beberapa cerita fabel beserta pesan moral untuk disampaikan ke anak, Ma! Fabel adalah jenis dongeng yang menceritakan mengenai kehidupan hewan, di mana hewan-hewan tersebut sebagai tokoh utama yang dapat berperilaku seperti manusia. Dalam cerita fabel, hewan memiliki perasaan
Jakarta - Cerita fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia lewat tokoh hewan. Cerita ini umumnya merupakan salah satu dongeng yang menarik perhatian fabel secara etimologis berasal dari bahasa Latin fabulat yang berarti cerita tentang kehidupan hewan dengan perilaku menyerupai manusia. Tokoh fabel bisa punya perilaku baik, jujur, sopan, pintar. Namun, ada juga yang berperilaku tidak baik seperti sombong, licik, penipu, dan masuk ke dalam kategori cerita fiksi yang isinya kaya makna dan pendidikan moral untuk pembelajaran anak-anak. Beberapa contoh cerita fabel yang mungkin kalian ingat yaitu seperti "Si Kancil", "Tiga Babi Kecil", atau "Monyet yang Rakus".Apa tujuan dongeng fabel untuk anak? Selain keunikan karakter, fabel menjadi cara efektif mengajari anak akan nilai-nilai kehidupan. Daya imajinasi anak pun meningkat sejalan dengan alur cerita fabel yang ini ciri-ciri cerita fabelTokoh utama cerita diperankan binatangSetiap tokoh berperilaku layaknya manusia yang dapat berbicara dan berpikirAlur cerita sederhana dan biasanya pendekCerita menggambarkan karakter, moral manusia, dan kritik perihal kehidupanRangkaian peristiwa memiliki hubungan sebab-akibat dengan alur maju untuk mencapai puncak maupun akhir ceritaLatar cerita berada di lingkungan alam, misalnya hutan, sungai, gunung, dan lainnyaBahasa cerita menggunakan kalimat naratif, terdapat dialog langsung antar tokoh dan menggunakan kata sehari-hariPesan moral bisa disampaikan secara eksplisit maupun tersiratContoh Cerita Fabel Singkat dan Pesan MoralnyaContoh 1 - Kuda Berkulit HarimauBerikut contoh cerita fabel tentang kejujuran seperti dikutip dari RuangguruSuatu hari, seekor kuda sedang berjalan dari ladang gandum menuju ke hutan yang rindang. Kuda itu baru saja memakan gandum yang ada di ladang dan merasa puas dan kenyang. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga tengah perjalanan, Kuda melihat sesuatu."Itu seperti kulit Harimau," gumam penasaran, dia mendekati benda itu. Ternyata benar, yang dilihatnya adalah kulit Harimau yang tak sengaja ditinggalkan para pemburu Harimau. "Wah, kebetulan sekali, kulit Harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya, ya?" kata Kuda ketika mencoba kulit Harimau pikiran jahilnya, Kuda berniat untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melintas."Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?" tanya Kuda dalam hati sambil mencari tempat yang Kuda bersembunyi di semak-semak yang gelap dengan mengenakan kulit Harimau temuannya. Tak lama kemudian, beberapa Domba gunung berjalan melewati Kuda. Domba-domba itu jadi sasaran empuk pertama dari kejahilan Domba melewatinya, Kuda meloncat ke arah mereka dan membuat kaget Domba-domba itu sampai kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut melihat kulit Harimau yang dikenakan Kuda itu."Tolong, ada Harimau! Lari, cepat lari!" teriak salah satu Domba. Kuda itu malah tertawa terbahak-bahak melihat Domba pontang-panting hewan berhasil dikelabui oleh kulit Harimau yang dikenakan Kuda. Namun, seekor Kucing Hutan berlari sambil membawa seekor Tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak. Dia duduk menyantap Tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar."Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Aku akan membuatnya kaget di sana," kata Kuda itu dalam pun keluar dari semak-semak dan berjalan dengan hati-hati mendekati Kucing Hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu mengaum mengikuti suara seekor Harimau. Tanpa sadar Kuda itu bukannya mengaum, melainkan meringkik khas suara suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor Kuda berkulit Harimau. Sesaat, Kucing Hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak."Saat aku melihatmu memakai kulit Harimau itu, aku hampir berlari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!"Kucing Hutan itu juga berkata kepada Kuda bahwa sampai kapanpun, suara ringkikan tidak akan bisa berubah jadi Moral Sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu saat pasti akan terbongkar juga jati dirinya. Daripada berpura-pura, lebih baik menanamkan sifat jujur karena kejujuran merupakan sikap positif yang utama dalam 2 - Balas Budi Seekor SemutSuatu hari di derasnya aliran sungai, terlihat seekor semut yang tak sengaja jatuh terpeleset ke dalamnya. Semut berteriak sekencang mungkin dan meminta pertolongan. Dari kejauhan, seekor burung merpati yang melintas melihat kejadian itu dan terbang menghampiri menghampirinya sambil membawa sehelai daun untuk menolong semut keluar dari derasnya air sungai. Semut pun selamat dari kecelakaan yang lama, semut melihat seorang pemburu yang sedang mengarahkan target tembakannya ke burung merpati. Melihat hal tersebut, semut mencari cara agar sang pemburu gagal untuk menembaknya. Akhirnya semut menggigit kaki sang pemburu hingga membuatnya kesakitan dan salah membidik Moral Jangan lupakan kebaikan seseorang ke kita dengan membalas kebaikan orang tersebut di lain waktu. Saling menolong dan berbuatlah kebaikan untuk lingkungan 3 - Keserakahan Seekor AnjingSeekor Anjing terlihat sedang mencuri sepotong daging. Setelah berhasil, ia berlari secepat mungkin menghindari kejaran pemilik daging tersebut dan mengarah ke sebuah melewati jembatan di sungai, Anjing itu melihat di bawah ada Anjing lain yang membawa sepotong daging juga, sama sepertinya. Ia berpikir untuk mencuri daging milik Anjing lain yang berada di bawah jembatan agar mendapat 2 potong itu menggonggong dan menyerang Anjing lain hingga potongan daging miliknya terlepas dari gigitan dan jatuh ke dalam air. Ia pun menyadari, Anjing lain yang ia lihat sebagai musuh adalah bayangan dirinya sendiri di permukaan air Moral Keserakahan mendatangkan keburukan dan merugikan diri sendiri, maka berbuatlah baik terhadap atau mendengar cerita fabel singkat dapat meningkatkan pemahaman dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bagi anak-anak. Coba buat sendiri yuk, detikers! Simak Video "Momen Jackson Wang Minta Belajar Bahasa Indonesia di Panggung HITC 2022" [GambasVideo 20detik] twu/twu
Fabeladalah salah satu jenis dongeng dengan menampilkan hewan yang merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Tokoh hewan di dalam cerita dapat berinteraksi layaknya manusia yang bersifat mendidik dengan berbagai bahasa kiasan. Struktur Teks Cerita Fabel. Berikut merupakan struktur cerita fabel yang dapat sobat ketahui antara lain sebagai berikut.
Jakarta Contoh cerita fabel yang paling terkenal dalam tradisi masyarakat Indonesia adalah cerita tentang si Kancil. Cerita fabel ini memiliki banyak seri, mulai dari si Kancil yang mengelabui buaya untuk bisa dapat ke seberang sungai sampai dengan cerita di mana si Kancil yang mengelabui seekor gajah untuk dapat keluar dari lubang yang membuatnya terperangkap. 14 Contoh Cerita Fantasi, Karangan dengan Daya Imajinasi Berbagai Kisah Pengertian Dongeng dalam Sastra, Kenali Asal, Tujuan, dan Cirinya Mite Adalah Kata Lain dari Mitos, Ketahui Pengertian dan Ciri-Cirinya Contoh cerita fabel yang mungkin sudah familiar di telinga kita adalah kisah tentang perlombaan antara kelinci yang sombong dengan kura-kura. Beberapa contoh cerita fabel tersebut tidak hanya bersifat menghibur untuk anak-anak, tetapi juga sarat pelajaran yang bisa diambil untuk mengajarkan nilai-nilai moral pada anak-anak. Fabel adalah salah satu jenis cerita fiksi, yang sumber ceritanya berasal dari khayalan pengarangnya. Meski demikian, banyak contoh cerita fabel yang berkembang dalam tradisi lisan, sehingga tidak diketahui siapa yang mengarang cerita tersebut. Salah satu karakteristik utama yang menjadi ciri khas cerita fabel adalah tokoh-tokohnya, yakni adalah hewan-hewan yang dapat berbicara, berpikir, dan bertingkah laku layaknya manusia. Untuk lebih memahami apa itu cerita fabel dan contoh cerita fabel, berikut adalah pengertian, jenis-jenis, dan ciri-cirinya, seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis 8/12/2022.Stephen Hillenburg, kartunis yang dikenal lewat serial animasi ciptaannya, SpongeBob SquarePants, meninggal dunia pada Selasa 27/11/2018 kemarin. Ia berpulang di usia 57 mengetahui apa saja contoh cerita fabel, tentu akan lebih mudah untuk memahami pengertian cerita fabel. Dengan memahami pengertian cerita fabel, kita akan dapat menyadari bahwa ada banyak sekali cerita fabel yang mungkin sudah kita dengar atau simak sebelumnya. Cerita fabel merupakan cerita fiksi, yang merupakan hasil dari khayalan pengarang. Cerita fabel dapat dipastikan adalah cerita khayalan, karena ciri utama dari ciri cerita fabel adalah tokohnya yang berupa hewan-hewan yang dapat berbicara, berpikir, dan bertingkah laku layaknya manusia. Cerita fabel biasanya berbentuk naratif. Sedangkan karakter atau tokoh dalam cerita fabel merupakan hewan yang dapat berkata-kata, dan tindakannya mencerminkan perilaku manusia. Melalui tokoh binatang, pengarang bisa memengaruhi pembaca agar mencontoh yang baik dan tidak mencontoh yang buruk. Jenis fabel menampilkan hewan, tumbuhan atau kekuatan alam dengan tujuan mengingat kualitas manusia. Fabel diceritakan untuk menonjolkan kebodohan dan kelemahan manusia. Dalam fabel, sebuah moral dijalin ke dalam cerita dan sering kali dirumuskan secara eksplisit di bagian akhir. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa cerita fabel adalah cerita naratif yang bertujuan untuk mengajarkan nilai moral, dengan menampilkan tokoh-tokoh berupa hewan, tumbuhan, bahkan kekuatan alam, yang dapat berbicara dan dapat bertindak layaknya Cerita Fabelilustrasi fabel sumber Unsplash/Дмитрий Хрусталев-ГригорьевCerita fabel tentu saja berbeda dengan karangan naratif lainnya, baik itu mitos maupun legenda. Cerita fabel memiliki karakteristik yang membedakannya dengan jenis cerita lainnya. Adapun hal yang membedakan fabel dengan cerita lainnya dapat dilihat dari ciri-cirinya, antara lain sebagai berikut 1. Binatang sebagai tokoh utama dalam cerita. 2. Tokoh utama dapat bertingkah seperti manusia berbicara dan berpikir. 3. Menunjukkan penggambaran moral dan karakter manusia dan kritik tentang kehidupan. 4. Alur cerita pendek dan sederhana. 5. Karakter tokoh diuraikan secara terperinci. 6. Gaya penceritaan secara lisan. 7. Pesan atau tema kadang ditulis dalam cerita. 8. Menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. 9. Mengkritisi sifat manusia, diskriminasi kaum lemah, dan keadaan FabelIlustrasi Fabel Credit halnya dengan karangan naratif lainnya, cerita fabel biasanya ditulis atau disampaikan berdasarkan urutan tertentu, atau yang disebut juga sebagai struktur. Adapun struktur yang membangun cerita fabel adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Orientasi Fabel akan dimulai dengan permulaan, atau bisa disebut dengan tahap orientasi. Paragraf awal tersebut akan memperkenalkan tokoh pada cerita, latar tempat, serta waktu. Kemudian, akan ada tahap perkenalan tema atau background, dan lain sebagainya. Komplikasi Pada bagian selanjutnya yaitu komplikasi atau klimaks cerita. Bagian fabel tahap ini menceritakan mengenai tokoh utama yang berhadapan dengan puncak masalah. Komplikasi akan menjadi bagian inti dari cerita fabel. Resolusi Tahap keempat yaitu resolusi, yaitu bagian cerita fabel di mana menceritakan mengenai pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh tokoh utama. Umumnya dalam fabel juga dijelaskan tokoh utama memecahkan masalahnya menggunakan cara yang unik dan kreatif. Koda Lalu, struktur fabel yang terakhir yaitu koda. Koda merupakan bagian fabel yang menjelaskan terjadinya perubahan pada tiap tokoh. Di bagian ini akan disampaikan amanat atau pesan moral yang bisa dipetik oleh pembaca. Koda merupakan bagian yang tidak selalu ada dalam cerita fabel. Ada pula cerita fabel yang tidak ada bagian koda di dalamnya. Perbedaannya antara fabel dengan koda atau tidak adalah bagaimana nilai moral atau amanat disampaikan. Pada cerita fabel dengan koda, kesan-pesan dan atau amanat yang terdapat di dalam cerita disampaikan secara tersurat atau eksplisit. Sedangkan pada cerita fabel tanpa koda, pesan atau amanat tidak disampaikan secara Cerita FabelIlustrasi Animasi Credit contoh cerita fabel yang terkenal Si Kancil Diceritakan seekor hewan kancil yang licik dan suka mencuri timun dari kebun sayur Pak Tani. Suatu hari ia terjebak masuk ke dalam lubang yang sudah disiapkan oleh Pak Tani untuknya karena sudah merusak kebun sayurannya. Di saat ia kebingungan karena tidak bisa keluar dari lubang, ia membohongi beberapa hewan yang menanyakan alasannya berada di dalam lubang tersebut. Ia berbohong bahwa ia berada di sana karena berlindung dari hari kiamat yang akan tiba keesokan hari. Karena takut akan hari kiamat, para hewan pun ikut masuk ke dalam lubang bersamanya. Tanpa mereka tahu bahwa itu adalah idenya untuk bisa keluar dari lubang tersebut. Pesan moral yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah jangan pantang menyerah saat menghadapi sebuah masalah. Kura-Kura dan Kelinci Berkisah tentang seekor kelinci sombong karena merasa dirinya lah yang tercepat di hutan. Ia menantang hewan lainnya untuk lomba lari dengannya dan kura-kura menerimanya. Awalnya kelinci menganggapnya sebuah lelucon karena tahu bahwa kura-kura berjalan dengan sangat lambat, tapi akhirnya ia bersedia untuk lomba lari bersama kura-kura. Saat lomba sudah dimulai, kelinci memang berlari dengan cepat sementara kura-kura jauh tertinggal di belakang. Di tengah perjalanan, kelinci merasa tidak akan bisa disusul oleh kura-kura jadi ia beristirahat dan menyantap wortel yang ia temukan di hutan. Karena kekenyangan, ia pun mengantuk dan akhirnya tertidur. Siapa sangka kura-kura pantang menyerah dan terus berjalan meski lambat hingga garis akhir dan memenangkan perlombaan tersebut. Dari cerita ini dapat diambil pesan bahwa anak tidak boleh sombong serta harus memiliki sifat gigih dan pantang menyerah untuk mencapai mimpi. Keledai Malas Mamboo adalah keledai yang malas dan selalu berusaha mencari cara keluar dari pekerjaan yang diberikan oleh tuannya, sang tukang cuci. Suatu hari, dia lari dari rumah tepat ketika tukang cuci mulai mencarinya. Ketika dia tidur di pertanian, badai debu besar dimulai. Karena takut, Mamboo memutuskan untuk pulang. Sebenarnya dia juga takut bahwa tukang cuci akan memukulinya. Tetapi tukang cuci itu hanya senang bahwa Mamboo aman. Mamboo malu pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk tidak pernah malas Cerita FabelMemilih bibit bebek sumber PixabayBerikut contoh cerita fabel yang terkenal Bebek Buruk Rupa Sebuah kisah klasik tentang anak itik yang mendapati bahwa semua saudara lelaki dan perempuannya dan bahkan teman-temannya lebih cantik daripada dia. Dia benar-benar sedih, ia meninggalkan keluarganya dan menyendiri di bagian danau yang terpencil. Setelah dia pergi datang beberapa burung yang berkunjung, mereka mengatakan padanya bahwa dia sekarang telah tumbuh menjadi angsa yang indah. Tikus Desa dan Tikus Kota Tikus kota mengunjungi sepupunya di di desa. Tikus kota lalu mengajak sepupunya ke kota dengan menjanjikan banyak makanan enak di kota. Sesampainya di kota, Tikus kota membawa sepupunya untuk makan kue yang lezat serta minuman yang enak. Saat mereka makan, dua kucing mengejar mereka. Mereka pun lari untuk menyelamatkan hidup. Persahabatan Anjing Peliharaan Ini adalah kisah tentang seekor anjing peliharaan yang tidak mau bermain-main dengan anjing jalanan karena dia pikir mereka terlalu kotor. Suatu hari, dua pencuri memasuki rumahnya ketika tuannya keluar dan memasukkannya ke dalam karung. Dia menangis minta tolong dan tiba-tiba anjing-anjing yang tinggal di jalannya datang dan menggigit pencuri. Karena kesakitan para pencuri menjatuhkan karung yang berisi anjing peliharaan dan melarikan diri. Anjing peliharaan mendapatkan pelajaran dan akhirnya berteman dengan anjing-anjing di jalannya.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Ceritafabel sering disebut cerita moral karena pesan yang ada dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, fabel dibedakan menjadifabel alami dan fabel adaptasi. Fabel alami adalah fabel yang menggunakan tokoh hewan seperti pada kondisi alam sebenarnya. Contohnya: harimau yang berwatak buas.
Contoh Cerita fabel bisa jadi menjadi salah satu jenis cerita yang banyak disukai oleh anak-anak. Cerita fabel biasanya dibacakan kepada anak-anak atau bahkan dibaca sendiri oleh anak itu sendiri. Cerita fabel sendiri adalah cerita tentang tokoh hewan yang hidup selayaknya manusia. Beberapa contoh cerita fabel yang sangat populer, yaitu seperti cerita si Kancil, Kura-kura, Monyet yang rakus, atau kisah Tiga Babi Kecil. Nah, pada artikel ini kita akan mempelajari tentang cerita fabel. Tidak hanya itu, kita akan mencoba untuk menemukan pesan moral dari setiap contoh cerita fabel. A. Cerita FabelB. Contoh Cerita Fabel1. Contoh cerita fabel tentang Belalang Sembah2. Contoh cerita fabel tentang Persaudaraan3. Contoh cerita fabel tentang Saling Menghargai Perbedaan4. Contoh cerita fabel tentang Gajah yang Baik Hati5. Contoh cerita fabel tentang KejujuranRekomendasi Buku & Artikel Terkait Contoh Cerita FabelKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Secara etimologis, kata fabel berasal dari bahasa latin yaitu fabulat. Fabel dapat dipahami sebagai sebuah cerita tentang kehidupan hewan yang memiliki perilaku seperti manusia pada umumnya. Mulai dari cara berbicara, cara berpikir, hingga cara berpakaiannya. Maka dari itu, fabel merupakan salah satu jenis cerita yang dibuat secara fiksi atau rekaan. Meskipun begitu, cerita fabel yang ada didalamnya tidak sepenuhnya bersifat sebagai cerita rekaan belaka. Hal ini dikarenakan cerita fabel termasuk ke dalam bentuk salah satu karya sastra prosa. Nah, bentuk dari prosa biasanya dibuat sebagai bentuk representasi dari kehidupan manusia dalam bentuk yang berbeda. Jadi, kisah yang terdapat dalam cerita fabel bisa dipastikan merupakan bentuk implementasi dari kehidupan manusia secara nyata ke dalam bentuk khayalan. Beberapa bentuk penerapan dalam sebuah cerita fabel biasanya berangkat dari aktivitas atau pola pikir manusia. Oleh karena itu, akan sangat mudah menemukan beberapa karakter manusia dalam berbagai kisah fabel yang ada. Sebagai contoh, tokoh hewan dalam cerita fabel yang memiliki karakter positif dapat digambarkan sifat manusia, seperti suka menolong, rajin, sopan, dan jujur. Sedangkan, tokoh hewan yang memiliki karakter negatif akan digambarkan sebagai bentuk manusia dengan sifat seperti suka mencuri, culas, hingga sombong. Hal ini dapat disimpulkan apabila sebuah cerita fabel termasuk ke dalam karya fiksi yang menggambarkan kehidupan manusia, tetapi memiliki tokoh dengan bentuk hewan. Ada banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari aktivitas membaca cerita fabel. Kamu bisa jadi akan lebih mudah untuk memahami sifat dan karakter orang-orang di sekitarmu. Cerita fabel juga dapat dijadikan sebagai sarana yang efektif untuk menggali nilai-nilai moral untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan cerita fabel berisi banyak sekali pesan moral yang disusun untuk menyajikan makna positif kepada para pembaca. B. Contoh Cerita Fabel Setelah mengetahui tentang pengertian cerita fabel beserta ciri-cirinya. Pada bagian ini akan disajikan contoh cerita fabel singkat yang dapat Kamu ambil pesan moralnya. Pesan moral sendiri yaitu amanat atau ajakan untuk berbuat baik dari sebuah cerita. Yuk, selamat membaca cerita fabel! 1. Contoh cerita fabel tentang Belalang Sembah Belalang Sembah Contoh cerita fabel yang pertama tentang Belalang Sembah, sebagai berikut. Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah keluarga Semut yang jumlah anggotanya sangat banyak. Semut ini membangun sarangnya dari daun-daun yang direkatkan menggunakan cairan, seperti lem yang mereka keluarkan dari mulut. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan musim dingin yang cukup panjang akan segera datang. Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit didapatkan maka para Semut itu segera mencari berbagai makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin tiba. Berbeda halnya dengan seekor Belalang Sembah, Belalang Sembah memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon-pohon seperti halnya para Semut. Ketika musim dingin akan tiba, Belalang Sembah hanya berlatih menari setiap hari. Sang Belalang lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin. Suatu hari sang Belalang Sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat sang Belalang Sembah menari, tetapi mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting. Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa ke sarangnya. Sang Belalang Sembah heran dengan apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang sedang berjaga di dekat para Semut pekerja. “Kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab, “Kami melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang kaget, “Musim dingin?” kata sang Belalang Sembah dengan kagetnya, “tenang aja masih lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu,” kata sang Belalang. Semut tak menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan. Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk. Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan. Pesan Moral Gunakanlah waktu dengan bijak untuk masa depan yang lebih baik. Kesulitan akan dialami oleh orang yang tidak menggunakan waktunya dengan baik. Oleh karena itu, selagi bisa, manfaatkanlah waktumu sebaik mungkin. 2. Contoh cerita fabel tentang Persaudaraan Sesama Saudara Harus Berbagi Contoh cerita fabel yang kedua tentang persaudaraan, sebagai berikut. Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa. “Pagi, Ibu Tupai,” salam Pak Tua Rusa kepada Ibu Pip. “Kemarin, keponakanku mengunjungiku. Dia membawakan oleh-oleh yang cukup banyak. Aku ingin membaginya untuk para sahabatku. Ini kacang kenari spesial untuk keluargamu.” “Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Pip. Sepeninggal Pak Tua Rusa, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-anaknya. “Anak-anak, lihat kita punya apa? Kalian harus membaginya sama rata, ya.” “Asyiiik,” girang Pip dan adik-adiknya. “Ibu taruh sini, ya.” Setelah itu, Ibu Tupai mengurus rumah kediamannya. Sementara itu, adik-adik Pip ingin mencicipi kacang itu. “Ini aku bagi,” kata Pip. Dari sepuluh butir kacang, dia memberi adiknya masing-masing dua butir. “Ini sisanya untukku, aku kan paling besar.” “Tapiii … Ibu kan pesan untuk membagi rata,” kata Titu, salah satu adik kembar Pip diiringi tangisan Puti kembar satunya. Mendengar tangisan Puti, Ibu Pip keluar dan bertanya. Sambil terisak, Puti menceritakan keserakahan kakaknya. “Tak boleh begitu, Pip. Ibu tadi sudah bilang apa,” tegur ibu Pip. “Kamu tidak boleh serakah.” “Tapi Buuu, aku kan lebih besar. Perutku juga lebih besar,” sanggah Pip. Ibu Pip berpikir sejenak, “Baiklah, Pip. Kamu memang lebih besar. Kebutuhan makanmu juga lebih banyak. Tapi, kalau cuma menurutkan keinginan dan perut, kita akan selalu merasa tidak cukup.” “Kalau begitu, Ibu saja yang membagi, ya? Memang tidak akan memuaskan semuanya. Ini, Ibu beri empat untukmu, Pip, karena kau lebih besar dan si Kembar kalian masing-masing mendapat tiga.” “Kalian harus mau berbagi ya, anak-anak walaupun menurut kalian kurang, ini adalah rezeki yang harus disyukuri,” lanjut Ibu Pip. “Berarti enak dong, Bu, jadi anak yang lebih besar. Selalu mendapat lebih banyak,” iri Puti. “Ya, tapi perbedaannya tak terlalu banyak, kan? Lagipula kakakmu memiliki tugas yang lebih banyak darimu. Dia harus mengurus rumah dan mencari makan. Apa kau mau bertukar tugas dengan Kak Pip?” tanya Ibunya. Puti dan Titu membayangkan tugas-tugas Pip. Lalu mereka kompak menggeleng. “Nah, begitu. Sesama saudara harus akur ya, harus berbagi. Jangan bertengkar hanya karena masalah sepele,” kata Ibu Pip. “Iya, Bu,” angguk Pip. “Yuk, kita makan kacangnya bersama,” ajak Pip pada kedua adiknya. Ibu Pip tersenyum melihat anak-anaknya kembali rukun. Pesan Moral Sifat serakah bisa menimbulkan permusuhan, oleh karena itu, setiap orang harus saling berbagi dan mengingatkan orang lain. 3. Contoh cerita fabel tentang Saling Menghargai Perbedaan Semua Istimewa Contoh cerita fabel yang ketiga tentang saling menghargai perbedaan, sebagai berikut. Ulu, seekor Katak Hijau, sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit sangat gelap dan hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari angkasa. “Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan girang. Ulu pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam. Ia melihat Semut yang kecil sedang berteduh di balik bunga matahari. “Wahai Semut, hujan telah tiba jangan bersembunyi!” seru Ulu kepada Semut yang sedang berusaha keras menghindari tetesan air hujan. Semut menghela napas dan menatap Ulu dalam-dalam, “Ulu, aku tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak bisa berenang sepertimu, makanya aku berteduh,” sahut Semut. “Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak masih berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan Semut. Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang karena ia berjalan. Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba! Oh, hai Ikan! Aku sangat suka dengan hujan, bagaimana denganmu? Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang di dalam kolam. Ikan mendongakkan kepalanya ke atas dan berbicara kepada Ulu. “Aku tidak dapat merasakan hujan, Ulu. Lihatlah, aku tinggal bersama air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan seperti kamu, Ulu?” Ikan pun kembali berputar-putar di dalam kolam. “Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku, dapat hidup di dalam dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan dapat merasakan kebahagiaan ini. Nikmati saja air kolammu, sebab kamu tidak akan dapat pernah merasakan rintikan hujan di badanmu!” Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati Ikan. Ikan menatap ke arah tubuhnya yang bersisik, lalu menatap ke arah tubuh licin Ulu. Ikan yang bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain. Ulu pun kembali melompat-lompat di sekitar kolam dan kembali bersenandung. Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat menikmati hujan. “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam kolam seperti Semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan seperti Ikan?” Setelah berkata demikian, Ulu tertawa kencang-kencang. Burung menatap ke arah Ulu yang masih tertawa,” Hai Ulu, apakah kau bisa naik kemari?” Ulu kebingungan. “Apa maksudmu Burung?” “Apakah kau bisa memanjat naik kemari, Ulu?” “Apa yang kau maksud Burung? Tentu saja aku tidak bisa!” Ulu cemberut dan menatap ke arah dua kakinya. Ulu menyesal punya kaki yang pendek sehingga tidak bisa terbang. “Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan keunikan yang berbeda-beda? Aku tidak bisa berenang sepertimu dan Ikan, tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa. Burung kembali berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi ia bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!” Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya salah. Diam-diam Ulu berpikir bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan dan menghina teman-temannya. “Maafkan aku, Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu ke arah Semut dan Ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka. “Maafkan aku Semut, Ikan, selama ini aku telah menyinggung perasaanmu.” Sejak saat itu, Ulu mulai menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya kembali. Pesan Moral Setiap makhluk telah diciptakan Tuhan dengan sedemikian rupa. Sebagai hamba yang baik, sebaiknya kita saling menjaga perasaan orang lain dengan menggunakan tutur kata yang baik. 4. Contoh cerita fabel tentang Gajah yang Baik Hati Gajah yang Baik Hati Contoh cerita fabel yang keempat tentang gajah yang baik hati, sebagai berikut. Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan hewan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan sambil terus berjalan mencari air. Di tengah perjalanan dia melihat kolam air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat, tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh si Gajah yang kebetulan melewati tempat itu. ’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’ ’Aku … Si Kancil, sahabatmu.’’ Kancil terdiam sesaat, mencari akal agar Gajah mau menolongnya, “Tolong aku mengangkat ikan ini.’’ “Yang benar kau mendapat ikan?’’ “Bener … benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’ Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti. “Kau mau memanfaatkanku ya, Cil? Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu?’’ tanya Gajah. Kancil hanya terdiam, “Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu. Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Ia mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu, Kancil mulai merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya. “Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini,” dia berpikir apakah ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya. Tidak lama kemudian, tiba-tiba Gajah muncul kembali.. Kancil meminta tolong kembali. “Tolong aku, aku berjanji tidak akan jail lagi.” “Janji?” Gajah menekankan. “Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan merugikan binatang lain?’’ “Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. “Terima kasih, Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini” ujar kancil saat sudah sampai di atas. Sejak itu, Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada binatang lain. Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain. Pesan Moral Berhati-hatilah agar dapat selamat dari mara bahaya. Dengan berhati-hati, seseorang juga dapat menyelamatkan orang disekitarnya. 5. Contoh cerita fabel tentang Kejujuran Kuda Berkulit Harimau Contoh cerita fabel yang kelima tentang kejujuran, sebagai berikut. Seekor Kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat. Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya. Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan Kuda itu melihat sesuatu, “Itu seperti kulit Harimau,” gumam Kuda itu. Kuda itu lalu mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dilihatnya adalah kulit Harimau yang tak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu Harimau. Kuda itu mencoba memakai kulit Harimau itu, “Wah, kebetulan sekali, kulit Harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya, ya?” Terlintaslah di benak Kuda itu untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melewati dirinya. “Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?” tanya Kuda dalam hati sambil mencari tempat yang cocok. Akhirnya, dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, lalu masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit Harimau. Tak lama kemudian, beberapa Domba gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu menggumam bahwa Domba-domba itu cocok dijadikan sasaran empuk kejahilannya. Ketika Domba-domba itu melewatinya, Kuda itu meloncat ke arah mereka sehingga sontak Domba-domba itu kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut dengan kulit Harimau yang dikenakan Kuda itu. “Tolong, ada Harimau! Lari, cepat lari!” teriak salah satu Domba. Kuda itu tertawa terbahak-bahak melihat Domba-domba itu pontang-panting berlari. Setelah itu, Kuda segera kembali bersembunyi di dalam semak-semak. Dia menunggu hewan lain datang melewati semak-semak itu. “Ah, ada Tapir menuju kemari, tapi lambat betul geraknya. Biarlah, aku jadi bisa lebih lama bersiap-siap melompat!” kata Kuda itu dalam hati. Tibalah saat Kuda itu meloncat ke arah Tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang-langgang menjauhi Kuda yang memakai kulit Harimau itu. Kuda itu kembali ke semak-semak sambil bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya. Kali ini, Kuda itu menunggu lebih lama dari biasanya, tetapi hal itu tidak membuatnya bosan. Tiba-tiba, seekor Kucing Hutan berlari sambil membawa seekor Tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak, Kucing Hutan itu duduk menyantap Tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar. “Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Biarlah aku membuatnya kaget di sana,” kata Kuda itu dalam hati. Kuda itu pun keluar dari semak-semak dan berjalan hati-hati mendekati Kucing Hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu mengaum seperti halnya seekor Harimau, tetapi dia tidak sadar bahwa bukannya mengaum, dia malah meringkik. Mendengar suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor Kuda berkulit Harimau. Sesaat, Kucing Hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak sembari berkata, “Saat aku melihatmu memakai kulit Harimau itu, aku pasti akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!” Kucing Hutan itu juga berkata kepada Kuda bahwa sampai kapan pun, suara ringkiknya tidak akan bisa berubah jadi auman. “Kuda Berkulit Harimau” itu melambangkan bahwa sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu saat akan terbongkar juga kepura-puraannya itu. Kejujuran merupakan sikap yang paling indah di dunia ini. Pesan Moral Kejujuran adalah sikap utama yang harus dimiliki oleh seorang manusia. Tidak baik seseorang menjalani hidup dengan banyak berpura-pura. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Contoh Cerita Fabel ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Dongengini kerap ditemui dalam buku cerita anak-anak sekaligus menghadirkan cerita menarik yang diperankan oleh tokoh binatang jinak hingga liar. Taufiqur Rahman menambahkan dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan , fabel adalah cerita yang menjabarkan watak serta akal budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang.
Ciriciri Teks Cerita Fabel 1. Fabel tergolong dongeng. 2. Tokoh fabel pada umumnya binatang. 3. Karakter binatang melambangkan karakter manusia. 4. Mengandung nilai-nilai pendidikan, moral dan agama. 5. Alur ceritanya progresif. Struktur Teks Cerita Fabel 1. Orientasi fabel dipaparkan lewat pengenalan latar tempat, tokoh dan waktu. 2.
Adapunciri-ciri cerita fabel adalah: Berisi cerita dongeng yang bersifat fiktif; Tokoh yang diceritakan berupa hewan dan/atau tumbuhan; Watak tokoh yang diceritakan mempunyai karakter seperti manusia; Gaya penulisannya menggunakan sudut pandang orang ketiga; Umumnya menggunakan latar tempat di alam, seperti sungai, hutan, atau kolam.
GambarIlustrasi sastra; Ilustrasi kartun; Ilustrasi karikatur; Ilustrasi komik; Kunci jawabannya adalah: B. Ilustrasi kartun. Menurut ensiklopedia, gambar yang memuat tokoh manusia maupun hewan yang berisi cerita-cerita humor dan bersifat menghibur adalah ilustrasi kartun.
Ciriciri Cerita Fabel. Wahono (2013: 34), adapun ciri-ciri cerita fabel, diantaranya. 1) Tokoh yang berperan dalam fabel adalah binatang. 2) Tema cerita umumnya tentang hubungan social. 3) Watak yang digambarkan dalam fabel menyerupai watak atau karakter manusisa seperti baik, buruk, cerdik, egois dan lain sebagainya. hCsAbx.
  • 7mv5lxht20.pages.dev/389
  • 7mv5lxht20.pages.dev/415
  • 7mv5lxht20.pages.dev/339
  • 7mv5lxht20.pages.dev/314
  • 7mv5lxht20.pages.dev/120
  • 7mv5lxht20.pages.dev/256
  • 7mv5lxht20.pages.dev/323
  • 7mv5lxht20.pages.dev/267
  • cerita fabel 6 tokoh hewan